Selasa, 02 Januari 2018

     A.    Era Permulaan DataBase
Data berasal dari bahasa latin yaitu Datum, yang berarti item informasi, jika lebih dari satu Datum (jamak) maka disebut dengn data. Jadi dapat disimpulkan data adalah bentuk jamak dari Datum. Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi danm kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
DataBase (basis data) merupakan kumpulan dari suatu daa yang tersimpan dan saling berhubungan satu sama lain tersimpan dalamsuatu computer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Penerapan database dalam suatu informasi disebut dengan Database system. Suatu data didefenisikan sebagai kumpulan data yang disatukan disalam suatu organisasi. Organisasi tersebut data dikatakan sebagai company, bank sekolah-sekolah, universitas-universitas dan lain-lain. Maksudnya database digunakan untuk menyimpan semua data yang diinginkan pada suatu lokasi tertentu, sehingga suatu data dalam organisasi tersebut dapat dieleminasi. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data supaya di organisasikan sdemikian rupa, sehingga membentuk informasi yang lebih berkualitas.
B.     Konsep DataBase
Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar table.

C.    Strukture DataBase
Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol. Atau Suatu cara menyajikan Abstract Data Type (ADT) / Tipe Data Abstrak dalam bentuk tipe data dan operator yang didukung bahasa pemograman.
Di dalam struktur data kita berhubungan dengan 2 aktivitas:
a.       Mendeskripsikan kumpulan objek data yang sah sesuai dengan tipe data yang ada.
b.      Menunjukan mekanisme kerja operasi-operasinya.
1.      Kegunaan Struktur Data
Struktur data (SD) digunakan untuk :
a.       Menyajikan model matematika dalam format tipe data abstrak (ADT) yang mengoleksi sejumlah variabel.
b.      Beberapa tipe data yang mungkin berbeda, dan
c.       Hubungan diantaranya dengan berbagai langkah algoritma.
2.      Tipe Data dan Struktur Data
Secara garis besar tipe data dapat dikategorikan menjadi:
a.       Tipe data sederhana
1)      Tipe data sederhana tunggal, misalnya integer, real, Boolean dan karakter.
2)      Tipe data sederhana majemuk,misalnya String.
Struktur Data, meliputi :
a.    Struktur data sederhana, misalnya array dan record.
b.    Struktur data majemuk, yang terdiri dari:
-      Linier : Stack, Queue, sertaList dan Multilist
-       Non Linier : Pohon Biner dan Graph
Pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.
Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah:
* List linier (Linked List) dan variasinya
* Multilist
* Stack (Tumpukan)
* Queue (Antrian)
* Tree ( Pohon)
* Graph ( Graf ).
Data disusun dalam suatu struktur logis yang menjelaskan bahwa:
1.     Kumpulan tabel menyusun basis data,
2.     Tabel tersusun atas sejumlah record,
3.     Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
4.     Sebuah  field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.
Pengertian masing-masing istilah diatas adalah seperti berikut:
a.      Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
b.     Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
c.      Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
d.     Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.
3. Macam-macam Struktur DataBase
a.    Struktur Database Hierarkis
Struktur Database Hierarkis (Hierarchical Database Structure), yaitu struktur kelompok data, subkelompok data dan subkelompok yang lebih kecil lagi menyerupai cabang-cabang pohon. Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari suatu catatan di suatu cabang kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya computer secara efisien saat sebagian besar catatan dalam database akan digunakan dalam aplikasi.
b.    Sruktur Database Jaringan
Struktur database jaringan (network database structure) memungkinkan satu
Catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database . Subkomite Database
Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan pada
Tahun 1971. Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat
memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
c.     Struktur Database Relational
Struktur system manajemen relational merupakan system yang menyerupai
Table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh
Manajer dan/atau staf professional.
D.    Keunggulan dan Kelemahan DataBase
Keunggulan DataBase :
1.      Mengurangi kerangkapan data.
2.      Mencapai indenpedensi data.
3.      Mengintegrasi data dari beberapa file.
4.      Mengambil data dan informasi secara cepat.
5.      Meningkatkan keamanan data.
Kelemahan DataBase:
1.      Perangkat lunak yang mahal.
2.      Konfigurasi perangkat keras yang besar.
3.      Mempertahankan Staff Database Administrator.

E.     Data Base Management System (DBMS)
1.      Pengertian Data Base Management System
a.       Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
b.      Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure- procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
c.       Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
Jadi, Sistem manajemen database atau database management system (DBMS) adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.Atau merupakan suatu sistem software yang memungkinkan seorang user dapat mendefinisikan, membuat, dan memelihara serta menyediakan akses terkontrol terhadap data. Database sendiri adalah sekumpulan data yang berhubungan dengan secara logika dan memiliki beberapa arti yang saling berpautan. Atau Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
2.      Fungsi Data Base Management System
a.       Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data.
b.      Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data.
c.       Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA.
d.      Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
e.       Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
f.       Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.
3.      Contoh Data Base Management System
a.       Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968.
b.      Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972.
c.       Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses normalisasi.
Contoh :
-          System-R oleh IBM Research, 1975
-          ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
-          DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981.
4.      Komponen Data Base Management System
DBMS terdiri dari dua komponen yaitu :
a.       Relational Database Management System (RDBMS)
RDBMS meliputi Interface Drivers, SQL Engine, Transaction Engine, Relational Engine, dan Storage Engine.
b.      Overview of Database Management System (ODBMS).
Sedangkan ODBMS meliputi Language Drivers,Query Engine, Transaction Engine, dan Storage Engine.

Sedangkan level dari softwarenya sendiri, terdapat dua level software yang memungkinkan untuk membuat sebuah database antara lain :
1.      High Level Software
Yang termasuk di dalam High Level Software, antara lain Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, Firebird, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, dBase III, Paradox, FoxPro, Visual FoxPro, Arago, Force, Recital, dbFast, dbXL,Quicksilver, Clipper, FlagShip, Harbour, Visual dBase, dan Lotus Smart Suite Approach.
2.      Low Level Software.
Sedangkan yang termasuk di dalam Low Level Software antara lainBtrieve dan Tsunami Record Manager.
Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :
a.       File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
b.      Database Manager, yang menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
c.       Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
d.      DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
e.       DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.

5.      Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Database Management System
Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :
a.       Kebebasan data dan akses yang efisien
b.      Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
c.       Integritas dan keamanan data
d.      Administrasi keseragaman data
e.       Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
f.       Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
g.      Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.

Kerugiaan penggunaan Database Management System :
a.       Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti
b.      Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
c.       Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.

F.     Peranan DataBase dan DBMS dalam Memecahkan Masalah Psikologi
Dalam bidang psikologi, database sangat membantu dalam menganalisis data dari hasil kegiatan wawancara sehingga data dapat dipahami secara lebih efektif.

NO
PERIHAL
KETERANGAN
1.
Judul Penelitian
Kepribadian Pada Korban Mantan Bullying
2.
Rumusan Masalah
Untuk mendiagnosis kepribadian pada mantan korban bulliying, serta mengetahui aspek-aspek, dimensi-dimensi, dan faktor-faktor yang menyebabkan kepribadian pada mantan korban bulliying.
3.
Landasan Teori
Pengertian psikologi individual : Alfred Adler (dalam Sunaryo, 2004)
Prinsip-prinsip Psikologi Individual : Alfred Adler (dalam Feist & feist, 2014)
Kharakteristik Berjuang Meraih Superioritas Pribadi
:   Alfred Adler (dalam Feist & feist, 2014)
Pengertian Bulliying : (Sullivan, 2011)
Elemen-elemen Bullying : (Sullivan, 2011)
Bentuk-bentuk Bullying : (Sullivan, 2011)
4.
Thapan dalam Wawancara
Tahap Pertama : Minggu, 16 April 2017
Tahap Kedua : Rabu, 19 April 2017

5.
Variabel yang di angkat
Kepribadian
6.
Subjek
Karyawan Di Perusahaan Percetakan
7.
Kesimpulan
Dari hasil wawancara telah didapatkan beberapa data yang di dominasi olehpernyataan bahwa subjek memiliki berbagai cara dalam berusaha menguasai
berbagai hal yang belum bisa dilakukan subjek agar bisa terlihat seolah-olah menutupi kekurangan subjek, dan disaat yang bersamaan juga ada keinginan subjek untuk mendominasi orang lain yang ada di sekitar subjek. Selain itu, subjek juga menunjukkan kepedulian yang sangat rendah terhadap orang di sekitar subjek, ketika ada teman subjek atau orang di sekitar subjek yang di-bullying, subjek enggan membantu dan justru malah mengarahkan diri subjek untuk ikut mem-bully orang tersebut. Subjek sangat aktif menyuarakan kelebihan dalam diri subjek, meskipun interviewer menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kegagalan atau kekurangan subjek. jadi, dapat disimpulkan bahwa subjek memiliki kepribadian superioritas pribadi yang cenderung didominasi pada karakteristik nampak memiliki opini dan pandangan yang tinggi mengenai dirinya sendiri (menyombongkan diri) dan sedikit atau tanpa memperhatikan orang lain.
                                                                                                                                 







Sumber :




Sabtu, 28 Oktober 2017

Senin, 23 Oktober 2017

    1.      PENGERTIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)


Dewasa ini sistem informasi berbasis komputer sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam keseharian manusia dapat dikatan menggunakan peralatan berbasis teknologi komputer. Manusia sangat memerlukan informasi-informasi untuk menambah wawasan, membantu pekerjaan sehari-hari dan kualitas hidupnya. Oleh karena itulah banyak peneliti yang menciptakan berbagai perangkat berbasis komputer yang ditujukan untuk memudahkan manusia dalam pengaplikasiaannya.
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah Informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi (dalam Laudon dan Laudon, 2008).
Menurut Brigida (2012), CBIS atau Computer Base Information System, mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi meskipun secara teoritis, penerapan sebuah sistem infoormasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran teknologi komputer begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan istilah “computer based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka disebut “Computer Base Information System” atau sistem informasi berbasis computer.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
  
Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi  berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam  proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.
Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu :
a. Relevan (Relevancy)
b. Akurat (Accurancy)
c. Tepat waktu (Time liness)
d. Ekonomis (Economy)
e. Efisien (Efficiency)
f. Ketersediaan (Availability)
g. Dapat dipercaya (Reliability)
h. Konsisten

Sistem
Sistem  adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan yang kompleks atau merupakankumpulan dari beberapa elemen yang saling berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu. Elemen-elemen yang mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing) dan keluaran (output). Elemen-elemen sistem secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :

OUTPUT     —–>    PROCESSING —–>  INPUT
Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu :
1. Komponen Sistem
                        2. Batasan Sistem
                        3. Lingkungan Luar Sistem
                        4. Penghubung Sistem
                        5. Masukan Sistem
                        6. Keluaran Sistem
                        7. Pengolahan Sistem
                        8. Sasaran Sistem
Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Berbasis Komputer

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

   2.      EVALUASI SISTEM INFORMASI BERBASI KOMPUTER


A.    Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manager. Pada fase ini penggunaan computer hanya terbatas pada aplikasi akutansi. Nama aplikasi akutansi berbasis computer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data Prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akutansi (SIA).
B.     Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan computer. Konsep penggunaan computer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat computer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari baru apliksi computer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi managemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.
C.    Fokus pada komunikasi
Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manager dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronic calendaring, facsimile transmission.
D.    Fokus potensial pada konsultasi
Computer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagai penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
1.      Sistem Informasi Akutansi (SIA)
a.      Defenisi Sitem Informasi Akutansi
Sstem informasi akutansi (SIA) merupakan rangkaian pengkordinasian sumber daya (data, materials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan bisnis suatu entitas, dan menyediakan informasi akutansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilinson, 1991 : 14).
Focus
-          Business reporting & Financial reporting
-          Informasi Operasi (IO)
-          Informasi Akutansi Managemen (IAM)
-          Iformasi Akutansi Keuangan (IAK)

b.      Accunting Information Systems
-          sistem informasi akutansi (accounting information systems),  menyediakan informasi dan transaksi keungan.
-          Sistem Informasi Akutansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan akutansi. Akutansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

c.       Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi
-          Mengumpulkan dan menyimpan dta tentang aktivitas dan transaksi.
-          Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan
-          melakukan kontrol secara tepat terhadap asset organisasi.

d.      Manfaat SIA
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
-          Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
-          Meninggalkan kualitas dan mengurangi biaya produk danj asa yang dihasilkan.
-          Meningkatkan efesiensi.
-          Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
-          Meningkatkan sharing knowledge.
-          Menambah efesiensi kerja pada bagian keuangan.

2.      Sistem Informasi ManaJemen (SIM)
Sistem Informasi Mnajemen mengalami perkembangan . perkembangan tersebut terjadi pada prosedurnya, dan pengolahan computer ; sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan organisasi.
Perkembangan procedural yaitu semakin meningkatkan penggunaan konsep-konsep manajemen dalam SIM ; seperti: teori manajemen, ilmu manajemen, dan perakunan manajerial. Tentu saja oenggunaan istilah-istilah tersebut lebih cenderung khas penggunaannya dalam SIM. Penggunaan teori manajemen dalam SIM bertujuan untuk peningkatan perilaku manusia, baik yang terlibat dalam pengambilan keputusan; misalnya: sistematis dalam pemecahan masalah, pemakaian prosedur matematis dan staristis dalam analisis keputusannya.
Perakunan menajerial digunakan dalam perhitungan keungan secara kseluruhan; disamping penghitungan biaya dan penganggaran. Pengolahan computer berkembang sejajar dengan berkembangnya teknologi computer, baik dalam perangkat kerasnya atau lunaknya, sehingga benar-benar mendukung ketepatan dan kecepatan informasi yang dibutuhkan.
Sistem informasi manajemen, seperti pada bidang-bidang pekerjaan lainnya, terjadi usaha peningkatan professional, yaitu pada peningkatan mutu sumber daya manusia. Usaha trsebut dilaksanakan melalui program akademis formal.
Pada prinsipnya program akademis formal dibagi dua bagian sesuai dengan kebutuhan sistem informasi itu sendiri, yaitu bidang analisis sistem keorganisasian dalam bidang perancangan sistem. Analisis sistem keorganisasian adalah berhubungan dengan struktur organisasi dan perilaku manusia yang terlibat dalam SIM.
Perancangan sistem berhubungan dengan sitem teknologi kompter, baik perangkat keras maupu perangkat lunaknya. Serta prosedur pelaksanaanya sehingga benar-benar dapat menunjang lancarnya SIM. Tentu saja kedua kedua bidang pndidikan itu dilaksanakan dengan materi kurikulum yang berbeda, kerana tujuannya berbeda.
Disamping pesatnya kemauan proses SIM, terdapat pula hambatan-hambatannya yang menggangu, yaitu masih terdapatnya beberapa kontroversi. Beberapa hal yang sifatnya kontroversial itu adalah sistem total dengan  gabungan subsistem, sumber informasi terpusat dengan pengolahan terpencar, sebuah terminal disetiap kantor eksekutif dengan terminal-terminal yang dioperasikan oeh staf, kesiapan fungsi manajerial untuk menerima teknologi sistem informasi selain itu sistem total dianggap terlalu sulit untuk dilaksanakan, maka masih banyak yang menggunakan gabungan subsistem-subsitem.

3.      Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System (DSS)) adalah  bagian dari sistem informasi berbasis computer (termasuksistem berbasis pengetahuan( manajemen)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. sistem informasi sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan. Dimana tujuan sistem informasi untuk mendukung sebuah aplikasi DSS yang telah dikembangkan pada tahun 1970. Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana sistem informasi ini dapat membantu seorang menajer dalam meningkatkan kinerja dalam mengambil suatu keputusan.
Hal yang perlu ditekankan disini adalah bahw keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manaje, tetapi menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum dan maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dengan waktu yang relative singkat. Dalam kedua bidang ilmu diatas dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis  yang pada hakekatnya adalah mempresentasikan permaalahan dn manajemen yang dihadapi setiap hari kedalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programing, game’s theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dll. DSS dapat juga dikatakan sebagai sistem computer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
a.       Tahapan Sistem Pendukung Keputusan:
-          Defenisi masalah
-          Pengumpulan data/elemen informasi yang relevan
-          Pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan.
-          Menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
b.      Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan :
-          Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
-          Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
-          Meningkatkan efektivitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

c.       Keuntungan Sistem Pendukung Keputusan :
-          Proses pemodelan menjadi pemahaman belajar
-          Kecepatan simulasi memberikan kemmapuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
-          Model memberikan daya peramlan
-          Model membutuhkan biaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error
-          Dapat menyelesaikan problem yang komplek
-          Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya
d.      Kerugian Sistem Pendukung Keputusan
-          Sulitnya pemodelan sistem bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity
-          Dibuthkan keterampilan matematik yang itnggi untuk mengembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi
Dalam pemprosesannya SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert systems, Fuzzy logic,dll.

4.      Otomatisasi Perkantoran DAN Aplikasi Otomatisasi Kantor
A.    Defenisi Otomatisasi Perkantoran
Otomatisasi adalah penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang bisa dilakukan oleh manusia. Otomatisasi kantor (office automation (AO)) adalah semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada di dalam maupun di luar perusahaan.

B.     Pengunaan Otomatisasi Perkantoran
Otomatisasi kantor (OA) digunakan oleh semua orang yang bekerja di dalam kantor. Pada dasarnya ada empat kategori pemakaian OA, yaitu :
1.      Manajer
2.      Professional
3.      Sekretaris
4.      Clerical Employee (klerk)
Istilah “Knowledge Worker” diterapkan pada Manajer dan Profesional, yaitu orang yang memberikan sumbangan penegtahuannya terhadap aktivitas perusahaan.
C.    Tujuan Otomatisasi Perkantoran
Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberika kemampuan anatara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

D.    Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Perkantoran
Ada sebelas macam aplikasi otomatisasi kantor yang telah diketahui, yaitu:
1.      Word Processing
2.      Electronic Mail
3.      Voice Mail
4.      Electronic Calendaring
5.      Audio Conference
6.      Video Conferencing
7.      Computer Conferencing
8.      Facsimile Conferencing
9.      Video Text
10.  Image Stirage and Retrievial
11.  Desktop Publishing

a.      Word Processing
Word Processing  adalah penggunaan peralatan elektronik yang secara otomatis melakukan beberapa tugas yang diperlukan untuk membuat dokumen ketaik atau cetak. Word Processing  memberikan kemampuan kepada manajer untuk membuat komunikasi tertulis yang lebih efektif untuk diberikan kepada anggota lain.
b.      Electronic Mail
Electronic Mail  yang dikenal dengan e-mail  adalah penggunaan jaringan kemputer yang memungkinkan pemakai untuk mengirim, menyimpan, dan menerima pesan dengan menggunakan terminal computer dan peralatan penyimpanan.
c.       Voice Mail
Voice Mail  persis sama dengan  electronic Mail, perbedaannya bahwa anda mengirim pesan dengan mengucapkan pesan tersebut melaluai telpon dan bukan mengetiknya. Dan anda  menggunakan telpon untuk memanggil pesan yang telah dikirimkan kepada anda.
d.      Electronic calendaring
Electronic calendaring melengkapi signal audio dan signal video. Peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima signal audio dan video. Orang yang berada dalam suatu lokasi dapat mendengar suara orang yang berada dilokasi lain selagi konferensi dilakukan. Tiga konfigurasi video  conferencing (tergantung pada peralatan yang digunakan), yaitu:
1.      Video satu arah dan audio satu arah
2.      Video satu arah dan audio dua arah
3.      Video dan audio dua arah
e.       Computer Conferencing
Computer Conferencing adalah penggunaan jaringan kompuetr, sehingga memberikan kemampuan seorang untukmelakukan pertukaran informasi selama proses terjadinya konferensi. Aplikasi ini hamper sama dengan electronic mail, karena kedua aplikasi ini menggunakan hardware dan software yang sama. Istilah ‘telecofencing’ digunakan untuk menjelaskan ketiga bentuk alat elektronik untuk konferensi. Teleconferencing juga digunakan dalam seluruh proses pemecahan masalah yang gunanya untuk menukarinformasi diantara pemecah masalah (orang-orang yang memecah masalah) yang berada dikota yang berlainan.
f.       Facsimile Transmission
Facsimile Transmission yang biasanya disebut Fax, adalah penggunaan peralatan khusu yang dapat membaca tampilan dokumen pada ujung channel komunikasi dan membuat salinan atau copy diujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan. Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai channelnya dan pengoperasian peralatannya tidak lebih sulit daripada mengoperasikan mesin foto copy.

g.      Video Text
Video Text adalah penggunaan computer untuk tujuan memberikan tampilan materi tekstual pada layar CRT. Materi tekstual dapat berbentuk naratif atau tabulasi, dan ia disimpan dalam penyampaian sekunder pada computer.
h.      Image Storage and Retrieval
Beberapa perusahaan mempunyai volume dokumen dasar, sehingga mereka harus menyimpannya dalam file agar informasi dapat dipanggil atau didapatkan kembali jika diperlukan. Untuk mengatasi masalah mengenai penyimpanan dan pemanggilan tampilan maka digunakan microform, yang berupa microfilm dan microfiche. Microform akan mengurangi kebutuhan ruang uang yang diperlukan oleh dokumen kertas sampai sekitar 97%. Image Storage and Retrieval digunakan dalam pemecahan masalah ketika ia diperlukan untuk melihat kembali dokumen historis untuk tujuan pemahaman masalah.
i.        Desktop Publishing
Desktop Publishing atau DTP adalah pembuatan output tercetak yang kualitasnya hamper sama dengan yang dihasilkan oleh type setter. Sistem DTP terdiri atas mikrokomputer dengan layar CRT yang beresolusi tinggi, printer laser, software desktop publishing. Penggunaan DTP sebagai alat pemecahan masalah meliputi aplikasi administrasi dan teknis. Penampilan dokumen iklan yang professional dan menarik akan memberikan komunikasi yang efektif.

5.      Sistem Pakar


Sistem pakar  adalah sebuah program computer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kalli dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 196-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Sistem pakar merupakan suatu sitem informasi yang menangkap dan enggunakan pengetahuan serta metode pengambilan keputusan yang digunakan oleh seorang atau beberapa orang ahli dalam bidang keahlian tertentu. Sistem pakar berlaku seperti seorang pakar pada bidangnya berisi fakta-fakta dan heuristic untuk memecahkan maalah tertentu. Sistem pakar disadarkan pada sistem pengetahuan, sehingga memungkinkan computer dapat berpikir dan mengambil keputusan atau kesimpulan dari sekumpulan kaidah.
Sistem pakar mempunyai keuntungan dibandingkan dengan seorang pakar yaitu kepakarannya da[at dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa kehadiran sang pakar, mencakup keseluruhan dari kepakaran tersebut dan sistematis, memungkinkan untuk menangani masalah yang kompleks dengan lebih cepat, kepakaran tetap dapat dimanfaatkan walau pakarnya telah tidak dapat bekerja, membantu kejelasan dan pemahaman secara efektif untuk suatu bidang kepakaran dan memungkinkan untuk membuat pengetahuan terpadu atas bidang-bidang tertentu yang relevan.
a.      Struktur sistem pakar terdiri dari:
-          Subsitem akusisi pengetahuan
-          Basis pengetahuan
-          Mesin inferensi
-          Blackboard (wilayah kerja)
-          User (pengguna)
-          User interface
-          Subsistem penjelasan
b.      Ciri-ciri sistem pakar
-          Terbatas pada bidang keahlian yang spesifik
-          Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikan dengan cara yang dapt dipahami
-          Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti
-          Berdasarkan rule  atau kaidah tertentu
-          Dirancang untuk dikembangkan secara bertahap
-          Keluaran bersifat anjuran atau nasihat
-          Keluaran tergantung dari dialog dengan user.
c.       Keuntungan Sistem Pakar
-          Bisa melakukan proses berulang secara otomatis
-          Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
-          Meningkatkan output dan produktivitas
-          Meningkatkan kualitas
d.      Kelemahan Sistem Pakar
-          Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal
-          Sulit dikembangkan
-          Sistem pakar tidak 100% bernilai benar
e.       Bentuk Sistem Pakar
-          Berdiri sendiri : merupakan software  yang berdiri sendiri, tidak tergabung dalam software lain.
-          Tergabung : merupakan bagian program yang terkandung didalam suatu algoritma (konvensional)
-          Menghubungkan ke software lain : bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan kesuatu paket program tertentu.